16 May 2026
Burung murai batu merupakan salah satu burung kicau favorit di Indonesia karena memiliki suara merdu, mental kuat, dan penampilan yang elegan. Banyak pecinta burung memilih merawat murai batu sejak anakan agar lebih jinak dan mudah dilatih. Namun, merawat serta meloloh anakan murai batu membutuhkan perhatian khusus, terutama pada usia 1 hari hingga 25 hari agar tumbuh sehat dan cepat mandiri.
Sebelum mulai merawat anakan murai batu, siapkan beberapa perlengkapan penting berikut:
Pada usia ini, anakan murai batu masih sangat rentan karena belum memiliki bulu sempurna dan membutuhkan suhu hangat stabil. Gunakan lampu penghangat agar suhu tetap nyaman sekitar 32–35 derajat Celsius.
Pakan utama berupa voer halus yang dicampur air hangat hingga teksturnya lembut seperti bubur. Berikan makanan menggunakan spuit kecil setiap 1–2 jam sekali mulai pagi hingga malam.
Hindari memberi jangkrik terlalu besar karena sistem pencernaan anakan masih sangat sensitif.
Memasuki usia 6 hari, bulu halus mulai tumbuh dan nafsu makan meningkat. Frekuensi meloloh dapat dilakukan setiap 2 jam sekali.
Pada tahap ini, anakan sudah mulai bisa diberikan jangkrik kecil yang dipotong halus. Campurkan sedikit jangkrik dengan voer agar kebutuhan protein tercukupi.
Pastikan kandang atau kotak tetap bersih untuk menghindari bakteri dan penyakit.
Di usia ini, anakan murai batu mulai aktif bergerak dan belajar membuka mata dengan sempurna. Bulu jarum mulai terlihat jelas.
Pemberian pakan bisa dilakukan setiap 3 jam sekali. Tambahkan porsi jangkrik kecil sebanyak 2–3 ekor setiap kali makan.
Jemur anakan sebentar pada pagi hari sekitar pukul 07.00 selama 10–15 menit agar tubuh lebih sehat dan pertumbuhan optimal.
Pada umur ini, murai batu mulai belajar berdiri dan mengepakkan sayap. Nafsu makan biasanya semakin besar sehingga kebutuhan protein harus diperhatikan.
Anda bisa mulai memperkenalkan voer kering yang sedikit dibasahi. Frekuensi meloloh dapat dikurangi menjadi 4–5 kali sehari.
Selain jangkrik kecil, beberapa penghobi juga mulai memberikan kroto segar dalam jumlah sedikit untuk membantu pertumbuhan.
Pada usia 21–25 hari, murai batu biasanya sudah mulai belajar makan sendiri atau mandiri. Letakkan voer halus dan jangkrik kecil di wadah pakan agar anakan terbiasa mematuk makanan sendiri.
Meski sudah belajar mandiri, tetap lakukan pelolohan tambahan 2–3 kali sehari untuk memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi.
Pada tahap ini, murai batu juga mulai aktif berbunyi dan bergerak lebih lincah.
Merawat dan meloloh murai batu anakan dari umur 1 hari hingga 25 hari membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Dengan pemberian pakan yang tepat, suhu yang stabil, serta kebersihan kandang yang terjaga, anakan murai batu dapat tumbuh sehat, jinak, dan cepat mandiri.
Perawatan yang baik sejak dini juga akan membantu murai batu memiliki mental bagus dan kualitas suara optimal saat dewasa nanti.